Dalam
paparannya, Sri Wahyuni menekankan pentingnya pencegahan dini. “Stunting lebih
baik dicegah daripada diobati. Jika anak sudah mengalami stunting pada usia 1
hingga 2 tahun, sangat sulit untuk diperbaiki,” jelasnya.
Ia juga
mengungkapkan dua pilar pencegahan stunting yang belum optimal di Desa
Woitombo, yakni pengelolaan limbah cair dan sampah rumah tangga.
Menanggapi
hal itu, Kepala Desa Muh. Akbar mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap
kebersihan lingkungan. “Mari kita kelola limbah dan sampah rumah tangga dengan
baik agar Desa Woitombo tetap menjadi desa Zero Stunting,” ujarnya.
Melalui
rembuk ini, pemerintah desa berharap kolaborasi masyarakat dan pemangku
kepentingan dapat memperkuat upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar